Detail Cantuman Kembali

XML

variabilitas sembilan komponen utama harmonik pasang surut hasil perhitungan menggunakan metode admiralty di perairan sabang


Perairan Sabang merupakan perairan yang terletak di ujung barat wilayah Indonesia. Perairan ini memiliki aktivitas yang relatif tinggi. Aktivitas kepelabuhanan di wilayah tersebut dominan memanfaatkan prediksi pasang surut (pasut) terbitan Pusat Hidro- Oseanografi Angkatan laut (Pushidrosal). Prediksi pasut tersebut didasarkan pada perhitungan sembilan konstanta utama harmonik yang dihasilkan dari pengamatan 29 piantan menggunakan metode admiralty. Penelitian ini terutama bertujuan untuk menganalisis variabilitas bulanan dari sembilan komponen utama harmonik pasut dengan memanfaatkan data lima tahun, periode 2017-2021 yang diperoleh dari Badan Informasi Geospasial (BIG). Pengolahan data dilakukan dengan membagi data tiap bulan, sehingga diperoleh 60 kelompok data pasut bulanan yang akan ditentukan sembilan komponen harmonik pasutnya. Analisis dilakukan terhadap nilai amplitudo dan fase tiap-tiap komponen pasut, untuk mengetahui variabilitas bulanan dan tahunan. Hasil analisis menunjukan bahwa amplitudo rata-rata komponen M₂ yaitu 45,2; S2 yaitu 21,7; K1 yaitu 10,0; N2 yaitu 9,2; K2 yaitu 5,9; O1 yaitu 4,4; P1 yaitu 3,3; M4 yaitu 1,2 dan MS4 yaitu 1,0. Selisih amplitudo tertinggi dengan amplitudo terendah dari komponen M₂ yaitu 7,5; S2 yaitu 7,2; K1 yaitu 6,3; N2 yaitu 6,1; K2 yaitu 2,0; O1 yaitu 4,2; P1 yaitu 2,1; M4 yaitu 2,0 dan MS4 yaitu 2,1. Secara keseluruhan selisih amplitudo dari sembilan komponen tersebut kurang dari 10 cm, dengan komponen M2 yang memiliki range amplitudonya paling besar. Nilai beda fase komponen M₂ tertinggi 297º dan terendah 285º; S2 tertinggi 341º dan terendah 326º; K2 tertinggi 341º dan terendah 326º; N2 tertinggi 298º dan terendah 262º; K1 tertinggi 335º dan terendah 303º; P1 tertinggi 335º dan terendah 303º; O1 tertinggi 310º dan terendah 271º; M4 tertinggi 336º dan terendah 63º dan MS4 tertinggi 323º dan terendah 21º. Perbedaan fase tertinggi dan terendah komponen M₂ yaitu 13º; S2 yaitu 14º; K2 yaitu 14º; N2 yaitu 37º; K1 yaitu 32º; P1 yaitu 32º; O1 yaitu 39º; M4 yaitu 87º dan MS4 yaitu 57º. Beberapa komponen memiliki kontur fase yang sama yaitu komponen S₂ dengan komponen K2 dan komponen komponen K1 dengan komponen P1. Komponen M2 memiliki selisih amplitudo terbesar namun memiliki range fase terendah dibandingkan dengan komponen lainnya.
624.25.24 Tas v
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2025
Surabaya
xiii, 101 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...